Langsung ke konten utama

Aku Tradisional Kamu Modern

 



Keindahan malam terpampang indah di hadapan kita

Tempat yang kita singgahi ini terhias begitu indah

Cahaya terang lampu hias membuat mata berkaca-kaca

Keluh kesah memandang kiri kanan tentang keadaan yang kita temui malam ini


Keresahan semakin membuat aku terpojokkan

Aku terlunta-lunta memandang era saat ini

Kenyamanan manusia di modernisasi dengan suguhan yang membuat manusia lupa untuk segera mungkin beranjak pergi


Kopi yang di suguhkan begitu nyaman untuk diseduh hingga kita tak tahu lagi nikmatnya kopi yang di suguhkan oleh ibu

Filosofi kopi seakan lebih mudah kita paparkan ketika berada ditempat kapitalis ini


Tetapi coffe yang disuguhkan tak seanarkis coffe yang disuguhkan oleh kawan-kawan seperjuangan

Coffe yang disuguhkan kaum kapitalis mungkin nikmat dan nyaman dilidah tetapi akal justru merasakan kesepian dan ketakutan


Suara tawa yang terbahak-bahak terdengar jelas ditelinga

Tawa itu seakan-akan mengejek para kaum cendikiawan yang sok anti kapitalis.

Tetapi mereka pula yang membuat kaum kapitalis semakin kaya dan tetap tumbuh subur sebagai kaum penghisap.


Komentar