Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

Zaman Telah Berubah

  Bangunlah dari tidurmu!! Kau mesti menyaksikan fenomena langka ini Kau pun mesti menyadari Ada kejanggalan di dunia ini Kau tau hal apa itu? Zaman telah berubah Zaman ini disebut zaman modern Kau tak menyadarinya? Hari ini kau mesti menyadarinya Zaman ini kebanyakan dinilai  oleh orang zaman transisi Orang tak lagi menyebutnya zaman primitif Tetapi zaman modern serba teknologi Semuanya tersedia, segala informasi mudah ditemukan Bangunlah dari tidurmu!! Mesti kau saksikan petani kita sudah maju Mereka tak membajak sawah menggunakan kerbau Tetapi menggunakan traktor yang ciptakan oleh zaman ini Orang tak lagi menggunakan surat kabar sebagai media informasi Tetapi google sudah tersedia sebagai media informasi Kau tau ini zaman modern orang tak lagi terlihat kuno Orang berlomba-lomba menjadi manusia modern Kekejaman kapitalis berada di depan mata Kita tak kuat lagi membendungnya Pengaruhnya di negara berkembang mengalahkan pengaruh agama Orang-orang tak lagi berduyun-duyun menja...

Bulan Madu Politik

Lihatlah didepan sana terpampang begitu indah Wajah-wajah yang tak ternodai jerawat Wajahnya putih bersih dan mulus bagaikan wanita China Tebar pesona adalah senjata mereka Dibawah gambar mereka tertera titel sebagai pemanis Mereka tak lupa menuliskan hashtag di pojok kiri atau pun kanan mereka Dengan kata-kata yang progresif dan bersinergi " Bersama rakyat untuk kesejahteraan rakyat" Hahahaha Sangat manis kalimat itu namun sayang banyak noda kebusukan Mereka juga pandai bermain akrobatik bagaikan pemain sirkus Mereka juga pandai menipu hanya dengan modal retorika Lihatlah mereka ada dimana-mana Spanduk besar di cetak dengan senyuman khas mereka Di pajang dimana-mana terutama di pinggir jalan Mereka terus saja menebar pesona, memanggil orang banyak Dengan seruan cukup memukau,mari saling merangkul untuk Indonesia sejahtera Hahaha, Terbahak-bahak pula aku melihat poster itu Orang-orang berlomba-lomba menebar pesona Tahun paling dinanti semakin dekat Kesakralan telah akan kalah...

Aktivis Komunitas Mahasiswa Kritis angkat bicara mengenai kunjungan PJ Gubernur Sulawesi Barat di Polman

Kehadiran Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. sebagai Pejabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) yang resmi dilantik beberapa waktu lalu tentunya diharapkan dapat membawa banyak perubahan dalam segala sektor di Sulawesi Barat. Issue-issue kerakyatan yang sampai sejauh ini yang terdapat di Sulawesi Barat terkhususnya di polman mesti menjadi prioritas utama pj gubernur Sulawesi Barat. Merealisasikan kinerja pj sebelumnya yaitu Akmal Malik yang dinilai sampai sejauh ini belum berjalan kondusif.  Kehadiran Pj gubernur Sulbar Prof.Dr. Zudan Arif Fakrulloh S.H.,M.H datang berkunjung di Polewali Mandar. Irfan Aktivis Komunitas Mahasiswa Kritis Polman Basis Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Polman angkat bicara tentang kunjungan pj gubernur Sulbar di Polewali Mandar dengan agenda pertemuan dengan beberapa jajaran pemerintah daerah yang dilaksanakan di Kantor Bupati Polewali Mandar. Melalui telpon WhatsApp Irfan mengatakan “ Tentunya kunjungan ini bukan hanya sekedar meliha...

Aku Tradisional Kamu Modern

  Keindahan malam terpampang indah di hadapan kita Tempat yang kita singgahi ini terhias begitu indah Cahaya terang lampu hias membuat mata berkaca-kaca Keluh kesah memandang kiri kanan tentang keadaan yang kita temui malam ini Keresahan semakin membuat aku terpojokkan Aku terlunta-lunta memandang era saat ini Kenyamanan manusia di modernisasi dengan suguhan yang membuat manusia lupa untuk segera mungkin beranjak pergi Kopi yang di suguhkan begitu nyaman untuk diseduh hingga kita tak tahu lagi nikmatnya kopi yang di suguhkan oleh ibu Filosofi kopi seakan lebih mudah kita paparkan ketika berada ditempat kapitalis ini Tetapi coffe yang disuguhkan tak seanarkis coffe yang disuguhkan oleh kawan-kawan seperjuangan Coffe yang disuguhkan kaum kapitalis mungkin nikmat dan nyaman dilidah tetapi akal justru merasakan kesepian dan ketakutan Suara tawa yang terbahak-bahak terdengar jelas ditelinga Tawa itu seakan-akan mengejek para kaum cendikiawan yang sok anti kapitalis. Tetapi mereka pula y...

Kelompok Studi Mahasiswa Polman lahir untuk mewarnai kehidupan Bermahasiswa di Polewali Mandar

  Kelompok Studi Mahasiswa Polman melakukan kegiatan pertamanya di Kampus Unasman, Kegiatan Diskusi dan Sharing Session dengan Tema " Mahasiswa Tanpa Buku? ". ( Rabu/06/23) Berangkat dari sebuah keresahan melihat kehidupan bermahasiswa di Polewali Mandar hanya sebatas administratif saja maka lahirlah sebuah kelompok Studi ini.  Dalam pertemuan pertama di kampus UNASMAN telah di selenggarakan diskusi sebagai kegiatan pembuka. Adapun temanya yaitu "mahasiswa tanpa buku" dengan pemateri Oleh Pak Hamdan (Ketua jurusan Ilmu komunikasi Fisip UNASMAN).  Salah satu penggagas Kelompok Studi ini mengatakan bahwa banyaknya mahasiswa yang enggan untuk bersentuhan dengan buku, maka kami dari berbagai kampus di Polman berinisiatif membentuk Kelompok Studi Mahasiswa Polman. "Kegiatan ini buat karena atas dasar kekhawatiran segelintir mahasiswa yang melihat kondisi mahasiswa hari ini. Kondisi mahasiswa yang semakin memprihatinkan terutama keintelektualitasan mahasiswa. Mahasis...

Dibawah Bayang-bayang Urbanisasi

 Engkau akan terpanah dengan keromantisan alam Jiwamu akan terbebas dari kebelengguan Pernafasan mu takkan sesak sebagaimana yang sering kau katakan Kau akan menghirup udara segar yang disuguhkan oleh alam Polusi udara yang kau benci,takkan kau dapatkan disini Udara yang disuguhkan disini tak akan menghadirkan asma Kau akan menyaksikan burung bertangkar di singgasana Kau takkan meninggalkan sedetikpun menyaksikan kedamaian alam Suara bising kendaraan takkan mengusik mu disini Air bersih langsung dari alam akan menyegarkan dahagamu Kau tak perlu cemas tentang kehegenisan air di pelosok perkampungan Setiap pagi kau akan menyaksikan wanita desa membilas pakaian mereka di danau Tetapi mesti kau ingat!! Alam ini diciptakan bukan untuk kau lukai Alam ini tak merestui kejahatan mu yang seringkali kau lakukan Tuhan menciptakan keindahan ini bukan untuk kau poles dengan bangunan mewah Pelosok tetaplah pelosok,ia mempunyai ciri khas tersendiri Kau tentu tau suku Baduy, mereka masih menjaga k...

Tak Kusebut Lagi Engkau Kekasihku

  Merajuk rindu dengan berbagai keluh kesah Menanti cinta yang diterjang ombak Berharap temu jadi penawar namun  Tak seperti apa yang di harapkan Menanti mu menjadi siksaan bagiku Mengharapkan mu tuk memeluk tubuh ku yang menggigil Terasa ironisnya diriku ini yang banyak harap kepadamu Terombang-ambingkan dibuat oleh dirimu Aku tak berani lagi menyebutmu sebagai cinta Apalagi menyebutmu sebagai kekasih Terlalu penat aku menanti cinta yang kau janjikan padaku Namun kenyataannya tak ada cinta yang jelas kau beri padaku Suara-suara merdu dari rimbun hutan seakan memanggilku Tuk berpikir lebih jauh lagi tentang tak berharap kepada mu Biarlah cinta dalam diriku berangsur-angsur menghilang nan menjadi beku dalam ingatan. Kerinduan dengan waktu yang pernah terlalui bersamamu  Biarlah hanya menjadi kisah-kisah kelam dalam jatuh cinta Akan menjadi alasan besar tuk melangkah pergi bahwa tak ada cinta yang mesti di rawat penuh kasih Hujan menerpa wajahku sesaat aku menatap mendunnya...

ALIANSI MAHASISWA BIMA-DOMPU MAKASSAR MENGGUGAT : BOIKOT REZIM OTORITER

Senin, 5 Juli 2023, Aliansi Mahasiswa Bima-Dompu Makassar-Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polisi Daerah (Polda) Sulawesi-Selatan, diketahui aksi unjuk rasa tersebut merupakan aksi solidaritas merespon adanya penangkapan terhadap 26 massa aksi yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Donggo-Soromandi (FPR-DS) di Kabupaten Bima pada 30 Mei kemarin. Dimana diketahui aksi yang dilakukan oleh FPR-DS tersebut menuntut perbaikan fasilitas jalan raya yang ada di Kecamatan Donggo dan Soromandi, alih-alih mendapatkan respon dari pemerintah terkait, malah massa aksi tersebut ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian, dan 15 orang dari mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan 11 orangnya dibebaskan. Menurut Haryanto selaku Jenderal Lapangan (Jenlap) : Tentunya Pemerintah Daerah, Pihak kepolisian Kabupaten Bima mengetahui bahwa sejumlah besar infranstruktur jalan raya yang ada di Kecamatan Donggo dan Soromandi mengalami kerusakan parah selama lebih dari 7 Tah...

Cantik Ala-ala Kapitalis

  Masa silam telah berlalu,peradaban manusia telah sampai pada puncaknya. Manusia pada kehidupan komunal primitif manusia hidup dengan nomaden. Kehidupan manusia pada masa tersebut terbilang sangat tradisional. Corak produksi mereka pun masih menggunakan alat produksi tradisional semisalnya kapak batu,tombak,panah dan lain-lainnya. Kultur masyarakat komunal primitif berbeda jauh dengan masyarakat modern. Kultur yang sangat kental pada abad tersebut ia belum terdapat adanya kelompok didalamnya yang mendominasi. Sehingga corak masyarakat terbilang sangat harmonis, hidup bersama-sama tanpa ada persaingan kelas. Pada fase komunal primitif hubungan produksi manusia dilakukan bersama-sama. Dalam konteks untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka berburu yang dilakukan kaum pria sedangkan hasil buruhan dikelola oleh perempuan.  Apakah wanita pada fase tersebut berlomba-lomba untuk cantik?. Jawabannya tidak. Sebab wanita suku melakukan pekerjaan selayaknya laki-laki. Mereka pula yang keb...

MAMANDAR

                 (Sumber foto: BBC NASIONAL)   Karya: Akmal Sejarah mandar dititahkan Dari paham-paham silam Diukir dari upacara sakral dengan kekuatan mantra Kawalan para Sokkoq agar arti tidak meninggalkan sureqnya Agar tanah tidak lagi bersimbah sengketa Deretan bait-bait lontara membingkai sejarah Tertenun dalam sabda para raja-raja Ketika setitik air dari tebing tinggi Ulunna Salu Hingga menetes dan lepas dimuara Babana Binaga Terwujud pada Assamalewuang kemudian terpatri di Allamungan batu  Kisah-kisah terdahulu dikisahkan Pada tanah di bumi mandar adalah hunian marendeng Dengan do’a diantarlah mandar menembus zaman Pakem-pakem menjadi pilarnya Sebijaksana gunung sewibawa laut Jika sejarah silam telah mengisahkan Jika sabda telah menenungnya Jika lontara telah membingkainya Jika pattidioloang telah meng-agung-kannya Haruskah adat tersingkirkan bahkan menghilang Saat giliran kaki yang berpijak dibumi Mandar

Seandainya Aku Mahasiswa

  Perenungan menjadi senjata untuk aku yang bernasib malang Dibawah pohon Cemara tubuh dibentangkan sembari menatap Langit dengan raut wajah yang sedih Aku kerap berbisik kepada alam semesta, Berbagai tuntutan aku lontarkan untuk sang pemilik alam semesta ini. Kata-kata cacian terus menimpali diriku Berbagai hukuman terus aku lakukan Mengutuk diri agar tak menyesali hidup Membenci tentunya aku benci Bung,bisikku kepada alam Siapa pula yang betah dengan cekaman hukum sosial Siapa pula diantara kita yang betah menempuh jalan sunyi yang sedang aku tempuh saat ini. Apakah kau tak merasa sesak? Apakah kau tak merasa muak? Apakah kau ingin hidup dengan genangan air mata di pipi? Iya, kau benar tak ada yang menyukainya seperti halnya dengan diriku Nyanyian burung-burung yang tak bertuan,mana mungkin Sang burung tak mengejek si anak desa yang hanya tamatan sekolah sederajat (SD) Sepoi-sepoi angin hanya menyejukkan akal Bagi seorang yang ulung seperti diriku. Bukankah aku berhak menyandang ...

Revolusi Buruh

  Mereka seakan ingin menelusuri kembali catatan-catatan sejarah dan mengubah polarisasi sejarah tersebut. Mereka bertindak adikuasa yang mereka sebut sebagai hukum society. Oportunisme mereka benarkan, kekuasaan oportunis dianggap sesuatu yang menjadi relasi kediktatoranisme. Seakan mereka lupa catatan sejarah tentang manusia yang berada pada fase kegelapan dibawah kekuasaan patua gereja pada masa Romawi kuno. Tetapi mereka lupa kelahiran ilmu pengetahuan dan kesadaran manusia mendorong kelompok pro demokrasi bertindak dan mencetuskan beberapa pemberontakan Proletariat yang melahirkan revolusi buruh. Kendati demikian kekuasaan klas Proletariat tak bertahan lama sebab kerakusan akan kekuasaan menghancurkan kekuatan klas buruh.  Namun siapa sangka kejahatan klas penguasa akan melahirkan kembali pemberontakan rakyat (Proletariat) yang berskala besar. Yang nantinya akan meruntuhkan rezim oligarki dan menghancurkan kekuatan kapitalis yang hampir sebagian di muka bumi dikuasai oleh...

Sepucuk surat cinta untuk kekasih

 Karya: Zheiidd Sebelum kamu datang Aku ranting yang rapuh diterpa angin Semilir kencangnya menjatuhkanku Lalu hujan membawaku hanyut, Entah dimana aku kini Seakan tersesat dalam diriku sendiri Namun kamu menguatkanku Pada sajak indahmu Melukiskan kenyamanan Kamu menghangatkan kesepianku Memelukku dengan doamu Kamu sajak yang mempesona Kata pertamamu membuatku jatuh cinta Mengingatmu dalam lembut doa malam Aku tersipu malu Membayangkan lagi ada senyummu diingatanku Sebelum kamu disisiku Aku merasa terpenjara Namun aku terbebas dari hukumanku Terima kasih Meski tak bisa memilikimu dengan utuh Setidaknya aku pernah jatuh cinta padamu Dan tanpaku tau kapan aku harus patah lagi karna hal itu Namun kuyakini lagi hatiku Semua akan baik-baik saja.

Mantra Cinta

                                   (sumber foto: Pexels) Karya : Zheiidd Di lembah kesunyian sang pujangga merenungkan diri sembari memantik api cinta yang padam. Dibawah pohon yang rimbun sang pujangga mengucapkan mantra-mantra cinta yang membuat siapapun yang mendengarnya merasa simpati padanya. Tubuhnya compang-camping, Tubuhnya kurus yang menandakan dirinya tak pernah makan dan minum, Ia terus melantunkan ayat-ayat puisinya Ia terus memanggil sang kekasihnya diantara lembah yang sunyi. Sang pujangga terus memantik api cinta walaupun dirinya terbakar oleh api amarah. Mantra-mantra cinta yang ia lantunkan terdengar di seluruh penjuru dunia. Ayat-ayat puisinya terbuat dari ketulusan hati sehingga semua orang mengikutinya kemanapun ia melangkah. Duhai cinta kemanakah aku harus mencari mu, Dunia kejam sebab merenggut mu dariku, Tak seorang pun mengerti dengan derita yang kita alami bersama, Kita ad...

Indonesia di tangan penguasa

                  (Sumber foto: Sewukuto logistik)  Karya: Zheiid Suara dentuman keras terus terdengar ditelingaku lalu Aku menyaksikan kendaraan berlalu lalang melintasi Jalan tol yang dipadati oleh kendaraan yang trend di era industri ini yang serba canggih. Terkadang sesekali aku melihat mobil yang dihias mewah  Dengan poster para politisi yang siap bertarung merebut Kursi di istana para kaum elite politik. Kemewahan dunia semakin memojokkan aku yang hidup Dengan kesederhanaan bersama keluarga kecilku Aku kerap memikirkan,ada apa dengan dunia hari ini? Udara tak sesegar pada masa-masa kejayaan Indonesia Hutan kian terhunus dengan pedang para penguasa Jagad raya yang menganggap semua kelimpahan alam adalah milik mereka. Lalu orang-orang yang dihidup di pelosok negeri ini harus Merasakan dampak lingkungan atas tindakan penggundulan hutan. Kemudian aku termenung menyaksikan realitas atas negeri hari ini, tak seindah pada pada masa-m...

Sekali melangkah dan Terus Melangkah

                         (Sumber foto : AlZ al-Hilal) Jika Langkah Kaki Telah Dipijakkan Di Atas Tanah Maka, Sengenggam Harapan Telah Ditancapkan Diatas Langit. Bila Tangismu Tak Lagi Kau Pedulikan Tanpa Ada Pertimbangan Maka Hati Tak Gentar Untuk Terus Melangkah Maju. Jika Takut Telah Menjelma Menjadi Keberanian Maka, Tawar Menawar Bukan Lagi Hambatan Untuk Jiwa Nan Ragamu. Bila Jiwamu Telah Menggelora Layaknya Percikan Api Maka, Raga Takkan Takut Terurai Dengan Sabitan Kepalsuan Dunia. Teruslah Melangkah Kearah Depan Tanpa Melihat Siapa Dibelakangmu Namun Lihatlah Diatas Langit Ada Secercah Harapan Yang Kau Tancapkan. Kebisingan Yang Terdengar Di Telinga Bukanlah Alasan Untuk Mundur Tetapi, Kebisingan Itulah Yang Nantinya Menjadi Tawa Nan Tangis Yang Membuatmu Tersenyum. Bila Rindu Akan Menjadi Alasan Terbesarmu Untuk Balik Maka Kuburlah Rindumu Itu Walaupun Menyiksan Batinmu Yang Mulai Melemahkanmu. Dalam Dirimu Dan Dil...