Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2023

Tuhan Merayuku

  Banyak diantara keindahan yang layak untuk di abadikan agar tak menjadi sesal di hari esok. Diantara keindahan yang ada,jika tak memilih untuk menikmati jeda maka keindahanpun akan berlalu dan tak meninggalkan jejak apapun. Pada setiap kesempatan dalam penciptaannya,tuhan selalu menghadirkan keindahan diantara penderitaan yang dialami oleh manusia. Tetapi entah mengapa, manusia kerap lupa diri tentang bagaimana tuhan menghiburnya. Lalu ironisnya manusia kerapkali mengkritik tuhan,entah perihal apa yang telah diperbuat oleh tuhan pada manusia. Sedangkan dalam kesempatan kali ini, ditempat yang paling jauh diantara persinggahan yang pernah menjadi teduh,tuhan kembali untuk menghibur manusia dengan keindahan fatamorgananya. Jadi, kurang apalagi tuhan pada hambanya? Jika manusia tak merasa bahagia dengan suguhan tuhan, lantaskah aku  berkata bahwa ” Manusia seakan tak pernah belajar untuk bersyukur ” @Majene, Sabtu 19 Agustus 2023

Uang Adalah Dewa Untuk Manusia

  Kejahatan sering terjadi di antara manusia karena mereka hanya peduli dengan kebutuhan dirinya sendiri (Individualisme). Perebutan kekuasaan menjadi tendensi untuk menghadirkan gejolak dalam masyarakat. Dengan kerakusan kekuasaan inilah yang pada esensinya menghadirkan konflik internal dan eksternal diantara sesama manusia. Rakyat pekerja konflik dengan keluarga karena persoalan isi dari internal(Kebutuhan ekonomi) sedangkan Borjuis konflik eksternal karena terjadinya persaingan produksi yang tinggi. Kedua kelompok dalam masyarakat (Proletariat dan Borjuis) akan mengalami fase transisi karena inilah yang dikatakan oleh Karl Marx "Manusia mengalienasi dirinya sendiri" hal itu timbul karena manusia menghamba kepada uang. Hadirnya uang atau awal-awal adanya uang(logam,perak) hanya sebuah mekanisme dalam masyarakat untuk meluruskan aturan sistem barter dalam terkhususnya dalam pasar. Kendati demikian seiring berjalannya waktu uang tidak hanya dinilai sebagai alat tukar melainka...

Berembuk Untuk Rakyat

 Suara derek liar mengusik telinga Kata mereka suara itu sangat liar Menusuk hati setiap pendengar Mengaung layaknya singa di hutan belantara. Merenggut ketenangan di bangku mewah Mengusik tidur dikala rapat paripurna Menerkam tanpa henti Membabi-buta ditengah gelapan intuisi. Kata-kata hujatan terus melayang Menikam perut buncit penguasa Tanpa henti,tak mengenal lelah Kata demi kata terus terurai diantara kepulan asap. Para penguasa menampakkan wajah sinisnya Tak ubahnya ia bak singa kelaparan Satu demi satu berlarian menghindar Tak ingin menyapa massa aksi. Terdengar suara riuh diantara jeritan Bak bayi yang kehabisan susu Ibu tak jua menyusui bayi kelaparan Massa aksi tak henti-hentinya berseru. Mengutuk mereka yang pragmatis Dengan suara lantang massa aksi berseru Seraya berucap dengan militansinya “ Mereka buta melihat penderitaan rakyat Suara rakyat dijual demi politik pallacy”. Benteng penguasa menjadi tembok Bak hamba yang patuh pada tuan Dengan gagah gempita massa aksi di ...

Kuliah Untuk Nilai

  Perebutan angka-angka diselembaran kertas yang bertuliskan " IJAZAH " menjadi problem yang tidak banyak diantara pemikir untuk menganggap hal tersebut menjadi masalah serius. Pengetahuan tidak diukur lagi dari respect ruang-ruang diskusi. Pengetahuan tidak menjadi persoalan utama di ranah pendidikan saat ini. Mendapatkan nilai yang tinggi mereka (mahasiswa) berduyun-duyun melakukan berbagai hal untuk bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Tentunya mereka hanya melakukan hal-hal yang wajib dan pantas untuk mereka lakukan agar mendapatkan nilai yang tinggi. Jika mendapatkan nilai tinggi sesuai persyaratan akademik mereka merasa puas tetapi ketika ilmu pengetahuan dangkal mereka tidak bertindak apa-apa. Padahal toh,ilmu pengetahuan menandakan bahwa kita seorang pemikir, sedangkan ijazah hanya legalitas bahwa kta pernah menempuh pendidikan formal.  Kita telah mengetahui bersama, betapa buruknya sistem pendidikan kita hari ini. Pengembangan dan pengeaktualisasian pengetahuan tid...