Langsung ke konten utama

Berembuk Untuk Rakyat




 Suara derek liar mengusik telinga

Kata mereka suara itu sangat liar

Menusuk hati setiap pendengar

Mengaung layaknya singa di hutan belantara.


Merenggut ketenangan di bangku mewah

Mengusik tidur dikala rapat paripurna

Menerkam tanpa henti

Membabi-buta ditengah gelapan intuisi.


Kata-kata hujatan terus melayang

Menikam perut buncit penguasa

Tanpa henti,tak mengenal lelah

Kata demi kata terus terurai

diantara kepulan asap.


Para penguasa menampakkan wajah sinisnya

Tak ubahnya ia bak singa kelaparan

Satu demi satu berlarian menghindar

Tak ingin menyapa massa aksi.


Terdengar suara riuh diantara jeritan

Bak bayi yang kehabisan susu

Ibu tak jua menyusui bayi kelaparan

Massa aksi tak henti-hentinya berseru.


Mengutuk mereka yang pragmatis

Dengan suara lantang massa aksi berseru

Seraya berucap dengan militansinya

“ Mereka buta melihat penderitaan rakyat

Suara rakyat dijual demi politik pallacy”.


Benteng penguasa menjadi tembok

Bak hamba yang patuh pada tuan

Dengan gagah gempita massa aksi di tendang

Suara riuh bergemuruh massa aksi memberontak.


Air mata,darah,keringat  menjadi satu

Satu kesatuan yang menjadi saksi

Saksi atas semangat juang mahasiswa

Menolak bungkam dengan segala kelicikan birokrasi.


Kepulan asap ban menjadi penanda

Kelompok mahasiswa tak gentar menghadapi

Benteng-benteng penguasa yang sok bijak itu

Mereka dengan naifnya, seakan bukan rakyat

Yang tertindas dan terhisap.


Terdengar suara lantang massa aksi

Membara-bara diantara teriknya matahari

Membakar semangat untuk menghadirkan

Gemuruh yang menggelora.


Para penguasa berlarian bak domba

Menghindar dari kecaman massa

Penguasa tak layak di puji

Apalagi di anggap dewa untuk rakyat tertindas.



Selasa 15 Agustus 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Tradisional Kamu Modern

  Keindahan malam terpampang indah di hadapan kita Tempat yang kita singgahi ini terhias begitu indah Cahaya terang lampu hias membuat mata berkaca-kaca Keluh kesah memandang kiri kanan tentang keadaan yang kita temui malam ini Keresahan semakin membuat aku terpojokkan Aku terlunta-lunta memandang era saat ini Kenyamanan manusia di modernisasi dengan suguhan yang membuat manusia lupa untuk segera mungkin beranjak pergi Kopi yang di suguhkan begitu nyaman untuk diseduh hingga kita tak tahu lagi nikmatnya kopi yang di suguhkan oleh ibu Filosofi kopi seakan lebih mudah kita paparkan ketika berada ditempat kapitalis ini Tetapi coffe yang disuguhkan tak seanarkis coffe yang disuguhkan oleh kawan-kawan seperjuangan Coffe yang disuguhkan kaum kapitalis mungkin nikmat dan nyaman dilidah tetapi akal justru merasakan kesepian dan ketakutan Suara tawa yang terbahak-bahak terdengar jelas ditelinga Tawa itu seakan-akan mengejek para kaum cendikiawan yang sok anti kapitalis. Tetapi mereka pula y...

Berisik, Aku Hanya Ingin Sunyi

 Katamu dunia ini berisik, tak ada ketenangan yang pasti. Dengan ekspresi datar, matamu menatap kearah langit dengan penuh kekosongan. Bola matamu yang hitam pekat itu kau seakan ingin bercerita banyak hal. Dengan suara serakmu kau melantunkan syair-syair puisi yang mencoba merayu alam semesta yang sedang marah. Sesaat semuanya kembali diam, kulihat dirimu tak lagi bersenandung dengan syair-syair puisimu yang tak bisa aku pahami maknanya. Nafasmu terdengar tergesa-gesa, sepertinya hari ini kamu berlari cukup kencang. Suara detak jantungmu terdengar tak beraturan, apakah hari ini ada hal yang membuatmu ketakutan. Kau hanya menatapku dengan tatapan penuh dengan kekosongan. Tak lama kemudian kau membisikku, pelan namun aku masih mendengarnya dengan jelas. “ Ku pikir hanya hewan-hewan dihutan yang berisik ternyata manusia juga berisik tapi cara mereka beda. Hewan dihutan berisik karena ia ingin memberitahu kepada kita bahwa alam adalah milik mereka. Sedangkan manusia berisik karena ...

Kuliah Untuk Nilai

  Perebutan angka-angka diselembaran kertas yang bertuliskan " IJAZAH " menjadi problem yang tidak banyak diantara pemikir untuk menganggap hal tersebut menjadi masalah serius. Pengetahuan tidak diukur lagi dari respect ruang-ruang diskusi. Pengetahuan tidak menjadi persoalan utama di ranah pendidikan saat ini. Mendapatkan nilai yang tinggi mereka (mahasiswa) berduyun-duyun melakukan berbagai hal untuk bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Tentunya mereka hanya melakukan hal-hal yang wajib dan pantas untuk mereka lakukan agar mendapatkan nilai yang tinggi. Jika mendapatkan nilai tinggi sesuai persyaratan akademik mereka merasa puas tetapi ketika ilmu pengetahuan dangkal mereka tidak bertindak apa-apa. Padahal toh,ilmu pengetahuan menandakan bahwa kita seorang pemikir, sedangkan ijazah hanya legalitas bahwa kta pernah menempuh pendidikan formal.  Kita telah mengetahui bersama, betapa buruknya sistem pendidikan kita hari ini. Pengembangan dan pengeaktualisasian pengetahuan tid...