Kejahatan sering terjadi di antara manusia karena mereka hanya peduli dengan kebutuhan dirinya sendiri (Individualisme). Perebutan kekuasaan menjadi tendensi untuk menghadirkan gejolak dalam masyarakat. Dengan kerakusan kekuasaan inilah yang pada esensinya menghadirkan konflik internal dan eksternal diantara sesama manusia.
Rakyat pekerja konflik dengan keluarga karena persoalan isi dari internal(Kebutuhan ekonomi) sedangkan Borjuis konflik eksternal karena terjadinya persaingan produksi yang tinggi. Kedua kelompok dalam masyarakat (Proletariat dan Borjuis) akan mengalami fase transisi karena inilah yang dikatakan oleh Karl Marx "Manusia mengalienasi dirinya sendiri" hal itu timbul karena manusia menghamba kepada uang.
Hadirnya uang atau awal-awal adanya uang(logam,perak) hanya sebuah mekanisme dalam masyarakat untuk meluruskan aturan sistem barter dalam terkhususnya dalam pasar. Kendati demikian seiring berjalannya waktu uang tidak hanya dinilai sebagai alat tukar melainkan uang telah dijadikan "Tuhan diatas segala-galanya" bahkan banyak pernyataan dalam masyarakat yang beranggapan "Uang bukan segalanya tetapi segalanya butuh uang". Hal ini tidak bisa kita pungkiri sebab uang telah menghadirkan keterasingan manusia itu sendiri.
Para pakar sosiologi beranggapan uang telah menjadi sumber terjadinya kejahatan dalam sosial. Proletariat maupun Borjuis telah mendewakan uang. Hal ini terjadi karena persaingan produksi dikalangan korporasi merembet ke kehidupan Proletariat. Dengan melonjaknya harga-harga komoditi membuat Proletariat kebingungan mengimbangi harga komoditi tersebut. Sedangkan Borjuis kebingungan mengimbangi persaingan produksi secara global dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi sehingga melahirkan pula produksi-produksi terbaru ( upgrade economies).

Komentar
Posting Komentar