Langsung ke konten utama

ALIANSI MAHASISWA BIMA-DOMPU MAKASSAR MENGGUGAT : BOIKOT REZIM OTORITER


Senin, 5 Juli 2023, Aliansi Mahasiswa Bima-Dompu Makassar-Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polisi Daerah (Polda) Sulawesi-Selatan, diketahui aksi unjuk rasa tersebut merupakan aksi solidaritas merespon adanya penangkapan terhadap 26 massa aksi yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Donggo-Soromandi (FPR-DS) di Kabupaten Bima pada 30 Mei kemarin.


Dimana diketahui aksi yang dilakukan oleh FPR-DS tersebut menuntut perbaikan fasilitas jalan raya yang ada di Kecamatan Donggo dan Soromandi, alih-alih mendapatkan respon dari pemerintah terkait, malah massa aksi tersebut ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian, dan 15 orang dari mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan 11 orangnya dibebaskan.


Menurut Haryanto selaku Jenderal Lapangan (Jenlap) : Tentunya Pemerintah Daerah, Pihak kepolisian Kabupaten Bima mengetahui bahwa sejumlah besar infranstruktur jalan raya yang ada di Kecamatan Donggo dan Soromandi mengalami kerusakan parah selama lebih dari 7 Tahun. Sedangkan kerusakan infranstruktur jalan raya tersebut mengakibatkan ketidakstabilan perjalanan masyarakat. Selain itu kerusakan infranstruktur jalan raya pun dapat mengakibatkan kecelakaan yang berimbas pada korban jiwa. 

Lanjut, Haryanto, atas tindakan tersebut kami menduga bahwa Polres Bima telah disusupi kepentingan Penguasa agar dibentrokan dengan masa aksi. Padahal pihak Kepolisian adalah Aparatus Negara yang bertugas untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat sebagaimana di atur dalam Undang-undang No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian, ujarnya.


Aksi yang dilakukan pada tanggal 5 tersebut direspon oleh Polda Sul-Sel Dan DPR Sul-Sel. Perwakilan dari kepolisian Daerah Sulawesi-Selatan atas nama Samad dan perwakilan dari DPRD Sulawesi-Selatan atas nama Abdul Latif selaku staf yang menemui massa aksi berjanji akan mengkordinasikan serta melanjutkan apa yang menjadi aspirasi dari massa aksi yang tergabung di Aliansi Mahasiswa Bima-Dompu Makassar - Menggugat yang menuntut :


1. Cabut status tersangka terhadap massa aksi Aliansi Front Perjuangan Rakyat (FPR) - Donggo Soromandi dan bebaskan tanpa syarat. 


2. Tangkap dan adili oknum kepolisian yang melakukan tindakan represif terhadap massa aksi FPR Donggo Soromandi.


3. Pemerintah daerah segera realisasikan tuntutan massa aksi FPR Donggo Soromandi perihal perbaikan infrastruktur jalan.


#HidupRakyatPanjangUmurPerjuangan.

#MendidikRakyatdanMahasiswaDenganTeoridanPergerakan

#MendidikPenguasaDenganPerlawanan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Tradisional Kamu Modern

  Keindahan malam terpampang indah di hadapan kita Tempat yang kita singgahi ini terhias begitu indah Cahaya terang lampu hias membuat mata berkaca-kaca Keluh kesah memandang kiri kanan tentang keadaan yang kita temui malam ini Keresahan semakin membuat aku terpojokkan Aku terlunta-lunta memandang era saat ini Kenyamanan manusia di modernisasi dengan suguhan yang membuat manusia lupa untuk segera mungkin beranjak pergi Kopi yang di suguhkan begitu nyaman untuk diseduh hingga kita tak tahu lagi nikmatnya kopi yang di suguhkan oleh ibu Filosofi kopi seakan lebih mudah kita paparkan ketika berada ditempat kapitalis ini Tetapi coffe yang disuguhkan tak seanarkis coffe yang disuguhkan oleh kawan-kawan seperjuangan Coffe yang disuguhkan kaum kapitalis mungkin nikmat dan nyaman dilidah tetapi akal justru merasakan kesepian dan ketakutan Suara tawa yang terbahak-bahak terdengar jelas ditelinga Tawa itu seakan-akan mengejek para kaum cendikiawan yang sok anti kapitalis. Tetapi mereka pula y...

Berisik, Aku Hanya Ingin Sunyi

 Katamu dunia ini berisik, tak ada ketenangan yang pasti. Dengan ekspresi datar, matamu menatap kearah langit dengan penuh kekosongan. Bola matamu yang hitam pekat itu kau seakan ingin bercerita banyak hal. Dengan suara serakmu kau melantunkan syair-syair puisi yang mencoba merayu alam semesta yang sedang marah. Sesaat semuanya kembali diam, kulihat dirimu tak lagi bersenandung dengan syair-syair puisimu yang tak bisa aku pahami maknanya. Nafasmu terdengar tergesa-gesa, sepertinya hari ini kamu berlari cukup kencang. Suara detak jantungmu terdengar tak beraturan, apakah hari ini ada hal yang membuatmu ketakutan. Kau hanya menatapku dengan tatapan penuh dengan kekosongan. Tak lama kemudian kau membisikku, pelan namun aku masih mendengarnya dengan jelas. “ Ku pikir hanya hewan-hewan dihutan yang berisik ternyata manusia juga berisik tapi cara mereka beda. Hewan dihutan berisik karena ia ingin memberitahu kepada kita bahwa alam adalah milik mereka. Sedangkan manusia berisik karena ...

Kuliah Untuk Nilai

  Perebutan angka-angka diselembaran kertas yang bertuliskan " IJAZAH " menjadi problem yang tidak banyak diantara pemikir untuk menganggap hal tersebut menjadi masalah serius. Pengetahuan tidak diukur lagi dari respect ruang-ruang diskusi. Pengetahuan tidak menjadi persoalan utama di ranah pendidikan saat ini. Mendapatkan nilai yang tinggi mereka (mahasiswa) berduyun-duyun melakukan berbagai hal untuk bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Tentunya mereka hanya melakukan hal-hal yang wajib dan pantas untuk mereka lakukan agar mendapatkan nilai yang tinggi. Jika mendapatkan nilai tinggi sesuai persyaratan akademik mereka merasa puas tetapi ketika ilmu pengetahuan dangkal mereka tidak bertindak apa-apa. Padahal toh,ilmu pengetahuan menandakan bahwa kita seorang pemikir, sedangkan ijazah hanya legalitas bahwa kta pernah menempuh pendidikan formal.  Kita telah mengetahui bersama, betapa buruknya sistem pendidikan kita hari ini. Pengembangan dan pengeaktualisasian pengetahuan tid...