Karya : Zheiidd
Di lembah kesunyian sang pujangga merenungkan diri sembari memantik api cinta yang padam.
Dibawah pohon yang rimbun sang pujangga mengucapkan mantra-mantra cinta yang membuat siapapun yang mendengarnya merasa simpati padanya.
Tubuhnya compang-camping,
Tubuhnya kurus yang menandakan dirinya tak pernah makan dan minum,
Ia terus melantunkan ayat-ayat puisinya
Ia terus memanggil sang kekasihnya diantara lembah yang sunyi.
Sang pujangga terus memantik api cinta walaupun dirinya terbakar oleh api amarah.
Mantra-mantra cinta yang ia lantunkan terdengar di seluruh penjuru dunia.
Ayat-ayat puisinya terbuat dari ketulusan hati sehingga semua orang mengikutinya kemanapun ia melangkah.
Duhai cinta kemanakah aku harus mencari mu,
Dunia kejam sebab merenggut mu dariku,
Tak seorang pun mengerti dengan derita yang kita alami bersama,
Kita adalah dua insan yang saling terkutuk sebab cinta kita adalah jelmaan cinta ilahiah,
Wahai cinta sampaikanlah kerinduan mu melalui angin sorga.
Sang kekasih sungguh ironis diri kita, karena kuatnya cinta membalut raga kita membuat orang-orang terdekat mu takut akan hadirnya diriku.
Orang-orang terdekat mu menyebarkan rumor bahwa aku adalah seorang yang gila.
Aku tau kau takkan menganggap ku seperti itu.
Walaupun aku tak seperti pada waktu awal kita saling menaruh cinta tetapi aku tetaplah kekasih mu.
Orang-orang yang membenci ku selalu menghukum ku dengan cacian yang mengataiku pemuda gila.
Syair-syair cinta yang dilantunkan membuat isi jagad raya tunduk padanya.
Tak seorang pun yang tak menyukai puisi-puisinya yang indah dan sangat bijaksana.
Mengutarakan cinta melalui lantunan ayat-ayat puisinya yang terbuat dari ketakutan, kekhawatiran,dan kecemasan tentang ketidaktahuan orang-orang menilai cinta yang membakar diri seorang pujangga yang bernasib malang itu.
Tahukah engkau wahai kekasih?
Aku dihujat,dilempari batu hingga aku terluka,
Aku berusaha bangkit walaupun seluruh tubuh memar,
Tahukah engkau wahai kekasih siapakah yang aku cintai?
Aku hanya mencintai mu,aku hanya bertaruh harap kepadamu,
Burung-burung sampaikanlah padanya tentang cinta ini
Angin sampaikanlah kepadanya tentang rinduku
Antarkanlah kekasih ku itu kehadapan ku,aku sangat ingin memeluk tubuhnya.
Katumbangan,04 Juni 2023
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar