Langsung ke konten utama

Mantra Cinta

                                   (sumber foto: Pexels)

Karya : Zheiidd


Di lembah kesunyian sang pujangga merenungkan diri sembari memantik api cinta yang padam.

Dibawah pohon yang rimbun sang pujangga mengucapkan mantra-mantra cinta yang membuat siapapun yang mendengarnya merasa simpati padanya.


Tubuhnya compang-camping,

Tubuhnya kurus yang menandakan dirinya tak pernah makan dan minum,

Ia terus melantunkan ayat-ayat puisinya

Ia terus memanggil sang kekasihnya diantara lembah yang sunyi.


Sang pujangga terus memantik api cinta walaupun dirinya terbakar oleh api amarah.

Mantra-mantra cinta yang ia lantunkan terdengar di seluruh penjuru dunia.

Ayat-ayat puisinya terbuat dari ketulusan hati sehingga semua orang mengikutinya kemanapun ia melangkah.


Duhai cinta kemanakah aku harus mencari mu,

Dunia kejam sebab merenggut mu dariku,

Tak seorang pun mengerti dengan derita yang kita alami bersama,

Kita adalah dua insan yang saling terkutuk sebab cinta kita adalah jelmaan cinta ilahiah,

Wahai cinta sampaikanlah kerinduan mu melalui angin sorga.


Sang kekasih sungguh ironis diri kita, karena kuatnya cinta membalut raga kita membuat orang-orang terdekat mu takut akan hadirnya diriku.

Orang-orang terdekat mu menyebarkan rumor bahwa aku adalah seorang yang gila.

Aku tau kau takkan menganggap ku seperti itu.

Walaupun aku tak seperti pada waktu awal kita saling menaruh cinta tetapi aku tetaplah kekasih mu.

Orang-orang yang membenci ku selalu menghukum ku dengan cacian yang mengataiku pemuda gila.


Syair-syair cinta yang dilantunkan membuat isi jagad raya tunduk padanya.

Tak seorang pun yang tak menyukai puisi-puisinya yang indah dan sangat bijaksana.

Mengutarakan cinta melalui lantunan ayat-ayat puisinya yang terbuat dari ketakutan, kekhawatiran,dan kecemasan tentang ketidaktahuan orang-orang menilai cinta yang membakar diri seorang pujangga yang bernasib malang itu.


Tahukah engkau wahai kekasih?

Aku dihujat,dilempari batu hingga aku terluka,

Aku berusaha bangkit walaupun seluruh tubuh memar,

Tahukah engkau wahai kekasih siapakah yang aku cintai?

Aku hanya mencintai mu,aku hanya bertaruh harap kepadamu,

Burung-burung sampaikanlah padanya tentang cinta ini

Angin sampaikanlah kepadanya tentang rinduku

Antarkanlah kekasih ku itu kehadapan ku,aku sangat ingin memeluk tubuhnya.


Katumbangan,04 Juni 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Tradisional Kamu Modern

  Keindahan malam terpampang indah di hadapan kita Tempat yang kita singgahi ini terhias begitu indah Cahaya terang lampu hias membuat mata berkaca-kaca Keluh kesah memandang kiri kanan tentang keadaan yang kita temui malam ini Keresahan semakin membuat aku terpojokkan Aku terlunta-lunta memandang era saat ini Kenyamanan manusia di modernisasi dengan suguhan yang membuat manusia lupa untuk segera mungkin beranjak pergi Kopi yang di suguhkan begitu nyaman untuk diseduh hingga kita tak tahu lagi nikmatnya kopi yang di suguhkan oleh ibu Filosofi kopi seakan lebih mudah kita paparkan ketika berada ditempat kapitalis ini Tetapi coffe yang disuguhkan tak seanarkis coffe yang disuguhkan oleh kawan-kawan seperjuangan Coffe yang disuguhkan kaum kapitalis mungkin nikmat dan nyaman dilidah tetapi akal justru merasakan kesepian dan ketakutan Suara tawa yang terbahak-bahak terdengar jelas ditelinga Tawa itu seakan-akan mengejek para kaum cendikiawan yang sok anti kapitalis. Tetapi mereka pula y...

Berisik, Aku Hanya Ingin Sunyi

 Katamu dunia ini berisik, tak ada ketenangan yang pasti. Dengan ekspresi datar, matamu menatap kearah langit dengan penuh kekosongan. Bola matamu yang hitam pekat itu kau seakan ingin bercerita banyak hal. Dengan suara serakmu kau melantunkan syair-syair puisi yang mencoba merayu alam semesta yang sedang marah. Sesaat semuanya kembali diam, kulihat dirimu tak lagi bersenandung dengan syair-syair puisimu yang tak bisa aku pahami maknanya. Nafasmu terdengar tergesa-gesa, sepertinya hari ini kamu berlari cukup kencang. Suara detak jantungmu terdengar tak beraturan, apakah hari ini ada hal yang membuatmu ketakutan. Kau hanya menatapku dengan tatapan penuh dengan kekosongan. Tak lama kemudian kau membisikku, pelan namun aku masih mendengarnya dengan jelas. “ Ku pikir hanya hewan-hewan dihutan yang berisik ternyata manusia juga berisik tapi cara mereka beda. Hewan dihutan berisik karena ia ingin memberitahu kepada kita bahwa alam adalah milik mereka. Sedangkan manusia berisik karena ...

Kuliah Untuk Nilai

  Perebutan angka-angka diselembaran kertas yang bertuliskan " IJAZAH " menjadi problem yang tidak banyak diantara pemikir untuk menganggap hal tersebut menjadi masalah serius. Pengetahuan tidak diukur lagi dari respect ruang-ruang diskusi. Pengetahuan tidak menjadi persoalan utama di ranah pendidikan saat ini. Mendapatkan nilai yang tinggi mereka (mahasiswa) berduyun-duyun melakukan berbagai hal untuk bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Tentunya mereka hanya melakukan hal-hal yang wajib dan pantas untuk mereka lakukan agar mendapatkan nilai yang tinggi. Jika mendapatkan nilai tinggi sesuai persyaratan akademik mereka merasa puas tetapi ketika ilmu pengetahuan dangkal mereka tidak bertindak apa-apa. Padahal toh,ilmu pengetahuan menandakan bahwa kita seorang pemikir, sedangkan ijazah hanya legalitas bahwa kta pernah menempuh pendidikan formal.  Kita telah mengetahui bersama, betapa buruknya sistem pendidikan kita hari ini. Pengembangan dan pengeaktualisasian pengetahuan tid...