Langsung ke konten utama

Revolusi Buruh

 



Mereka seakan ingin menelusuri kembali catatan-catatan sejarah dan mengubah polarisasi sejarah tersebut. Mereka bertindak adikuasa yang mereka sebut sebagai hukum society. Oportunisme mereka benarkan, kekuasaan oportunis dianggap sesuatu yang menjadi relasi kediktatoranisme. Seakan mereka lupa catatan sejarah tentang manusia yang berada pada fase kegelapan dibawah kekuasaan patua gereja pada masa Romawi kuno. Tetapi mereka lupa kelahiran ilmu pengetahuan dan kesadaran manusia mendorong kelompok pro demokrasi bertindak dan mencetuskan beberapa pemberontakan Proletariat yang melahirkan revolusi buruh. Kendati demikian kekuasaan klas Proletariat tak bertahan lama sebab kerakusan akan kekuasaan menghancurkan kekuatan klas buruh. 


Namun siapa sangka kejahatan klas penguasa akan melahirkan kembali pemberontakan rakyat (Proletariat) yang berskala besar. Yang nantinya akan meruntuhkan rezim oligarki dan menghancurkan kekuatan kapitalis yang hampir sebagian di muka bumi dikuasai oleh mereka. Menjadikan negara dan kepala negara sebagai tameng pelindung sehingga negara hanya bisa melakukan apa yang diinginkan oleh kapitalis karena negara ketergantungan dengan surplus kapitalis. Harga komoditi di eksploitasi sehingga melahirkan ketimpangan ekonomi (Krisis moneter). 



Kekuasaan yang tidak berdikari demokrasi akan runtuh dengan persaingan klas. Peradaban manusia kedepannya akan menolak persamaan kelas sehingga akan melahirkan revolusi Borjuis yang justru mengakibatkan konflik internal diantara kaum Borjuis. Jika masa itu telah tiba maka kesempatan klas Proletariat untuk menjadikan konsep pemerintahan bersistem demokrasi berada didepan mata. Keruntuhan kapitalisme akan terjadi jika persaingan produksi terus menerus terjadi. Kebutuhan finansial manusia tidak mampu diantisipasi dengan logika melainkan dengan kalkulasi kebutuhan manusia seiring berkembang pesatnya pertumbuhan manusia. Apabila hal itu terjadi maka kapitalis akan saling bersaing sesama kaum Borjuis dengan menciptakan nilai produksi yang lebih banyak dan mencari negara baru dan dijadikan sebagai negara konsumentrisme tetapi dibalik persaingan itu maka yang akan terjadi dan menjadi musibah buruk bagi kapitalis adalah terjadinya kelebihan produksi atau over produksi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Tradisional Kamu Modern

  Keindahan malam terpampang indah di hadapan kita Tempat yang kita singgahi ini terhias begitu indah Cahaya terang lampu hias membuat mata berkaca-kaca Keluh kesah memandang kiri kanan tentang keadaan yang kita temui malam ini Keresahan semakin membuat aku terpojokkan Aku terlunta-lunta memandang era saat ini Kenyamanan manusia di modernisasi dengan suguhan yang membuat manusia lupa untuk segera mungkin beranjak pergi Kopi yang di suguhkan begitu nyaman untuk diseduh hingga kita tak tahu lagi nikmatnya kopi yang di suguhkan oleh ibu Filosofi kopi seakan lebih mudah kita paparkan ketika berada ditempat kapitalis ini Tetapi coffe yang disuguhkan tak seanarkis coffe yang disuguhkan oleh kawan-kawan seperjuangan Coffe yang disuguhkan kaum kapitalis mungkin nikmat dan nyaman dilidah tetapi akal justru merasakan kesepian dan ketakutan Suara tawa yang terbahak-bahak terdengar jelas ditelinga Tawa itu seakan-akan mengejek para kaum cendikiawan yang sok anti kapitalis. Tetapi mereka pula y...

Berisik, Aku Hanya Ingin Sunyi

 Katamu dunia ini berisik, tak ada ketenangan yang pasti. Dengan ekspresi datar, matamu menatap kearah langit dengan penuh kekosongan. Bola matamu yang hitam pekat itu kau seakan ingin bercerita banyak hal. Dengan suara serakmu kau melantunkan syair-syair puisi yang mencoba merayu alam semesta yang sedang marah. Sesaat semuanya kembali diam, kulihat dirimu tak lagi bersenandung dengan syair-syair puisimu yang tak bisa aku pahami maknanya. Nafasmu terdengar tergesa-gesa, sepertinya hari ini kamu berlari cukup kencang. Suara detak jantungmu terdengar tak beraturan, apakah hari ini ada hal yang membuatmu ketakutan. Kau hanya menatapku dengan tatapan penuh dengan kekosongan. Tak lama kemudian kau membisikku, pelan namun aku masih mendengarnya dengan jelas. “ Ku pikir hanya hewan-hewan dihutan yang berisik ternyata manusia juga berisik tapi cara mereka beda. Hewan dihutan berisik karena ia ingin memberitahu kepada kita bahwa alam adalah milik mereka. Sedangkan manusia berisik karena ...

Kuliah Untuk Nilai

  Perebutan angka-angka diselembaran kertas yang bertuliskan " IJAZAH " menjadi problem yang tidak banyak diantara pemikir untuk menganggap hal tersebut menjadi masalah serius. Pengetahuan tidak diukur lagi dari respect ruang-ruang diskusi. Pengetahuan tidak menjadi persoalan utama di ranah pendidikan saat ini. Mendapatkan nilai yang tinggi mereka (mahasiswa) berduyun-duyun melakukan berbagai hal untuk bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Tentunya mereka hanya melakukan hal-hal yang wajib dan pantas untuk mereka lakukan agar mendapatkan nilai yang tinggi. Jika mendapatkan nilai tinggi sesuai persyaratan akademik mereka merasa puas tetapi ketika ilmu pengetahuan dangkal mereka tidak bertindak apa-apa. Padahal toh,ilmu pengetahuan menandakan bahwa kita seorang pemikir, sedangkan ijazah hanya legalitas bahwa kta pernah menempuh pendidikan formal.  Kita telah mengetahui bersama, betapa buruknya sistem pendidikan kita hari ini. Pengembangan dan pengeaktualisasian pengetahuan tid...