Mereka seakan ingin menelusuri kembali catatan-catatan sejarah dan mengubah polarisasi sejarah tersebut. Mereka bertindak adikuasa yang mereka sebut sebagai hukum society. Oportunisme mereka benarkan, kekuasaan oportunis dianggap sesuatu yang menjadi relasi kediktatoranisme. Seakan mereka lupa catatan sejarah tentang manusia yang berada pada fase kegelapan dibawah kekuasaan patua gereja pada masa Romawi kuno. Tetapi mereka lupa kelahiran ilmu pengetahuan dan kesadaran manusia mendorong kelompok pro demokrasi bertindak dan mencetuskan beberapa pemberontakan Proletariat yang melahirkan revolusi buruh. Kendati demikian kekuasaan klas Proletariat tak bertahan lama sebab kerakusan akan kekuasaan menghancurkan kekuatan klas buruh.
Namun siapa sangka kejahatan klas penguasa akan melahirkan kembali pemberontakan rakyat (Proletariat) yang berskala besar. Yang nantinya akan meruntuhkan rezim oligarki dan menghancurkan kekuatan kapitalis yang hampir sebagian di muka bumi dikuasai oleh mereka. Menjadikan negara dan kepala negara sebagai tameng pelindung sehingga negara hanya bisa melakukan apa yang diinginkan oleh kapitalis karena negara ketergantungan dengan surplus kapitalis. Harga komoditi di eksploitasi sehingga melahirkan ketimpangan ekonomi (Krisis moneter).
Kekuasaan yang tidak berdikari demokrasi akan runtuh dengan persaingan klas. Peradaban manusia kedepannya akan menolak persamaan kelas sehingga akan melahirkan revolusi Borjuis yang justru mengakibatkan konflik internal diantara kaum Borjuis. Jika masa itu telah tiba maka kesempatan klas Proletariat untuk menjadikan konsep pemerintahan bersistem demokrasi berada didepan mata. Keruntuhan kapitalisme akan terjadi jika persaingan produksi terus menerus terjadi. Kebutuhan finansial manusia tidak mampu diantisipasi dengan logika melainkan dengan kalkulasi kebutuhan manusia seiring berkembang pesatnya pertumbuhan manusia. Apabila hal itu terjadi maka kapitalis akan saling bersaing sesama kaum Borjuis dengan menciptakan nilai produksi yang lebih banyak dan mencari negara baru dan dijadikan sebagai negara konsumentrisme tetapi dibalik persaingan itu maka yang akan terjadi dan menjadi musibah buruk bagi kapitalis adalah terjadinya kelebihan produksi atau over produksi.

Komentar
Posting Komentar