Langsung ke konten utama

Sekali melangkah dan Terus Melangkah


                         (Sumber foto : AlZ al-Hilal)

Jika Langkah Kaki Telah Dipijakkan Di Atas Tanah Maka,

Sengenggam Harapan Telah Ditancapkan Diatas Langit.

Bila Tangismu Tak Lagi Kau Pedulikan Tanpa Ada Pertimbangan

Maka Hati Tak Gentar Untuk Terus Melangkah Maju.


Jika Takut Telah Menjelma Menjadi Keberanian Maka,

Tawar Menawar Bukan Lagi Hambatan Untuk Jiwa Nan Ragamu.

Bila Jiwamu Telah Menggelora Layaknya Percikan Api Maka,

Raga Takkan Takut Terurai Dengan Sabitan Kepalsuan Dunia.


Teruslah Melangkah Kearah Depan Tanpa Melihat Siapa Dibelakangmu

Namun Lihatlah Diatas Langit Ada Secercah Harapan Yang Kau Tancapkan.

Kebisingan Yang Terdengar Di Telinga Bukanlah Alasan Untuk Mundur Tetapi,

Kebisingan Itulah Yang Nantinya Menjadi Tawa Nan Tangis Yang Membuatmu Tersenyum.


Bila Rindu Akan Menjadi Alasan Terbesarmu Untuk Balik Maka Kuburlah

Rindumu Itu Walaupun Menyiksan Batinmu Yang Mulai Melemahkanmu.

Dalam Dirimu Dan Diluar Dirimu Ada Dua Kemungkinan Yang Akan Tetap

Menuntunmu Mencapai Cita-Citamu Yaitu Di Percaya Dan Memercayai.


Teruslah Melangkah Dan Melangkah,Jangan Kau Gentar Walaupun

Suara Ayah Dan Ibu Selalu Memanggilmu Dialam Sadarmu.

Simpanlah Tangismu,Tersenyumlah Agar Tak Ada Cemas Dari Ibu Dan Ayah.

Gapailah Cita-Citamu Di Tanah Perantauanmu Dengan Sempurna.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Tradisional Kamu Modern

  Keindahan malam terpampang indah di hadapan kita Tempat yang kita singgahi ini terhias begitu indah Cahaya terang lampu hias membuat mata berkaca-kaca Keluh kesah memandang kiri kanan tentang keadaan yang kita temui malam ini Keresahan semakin membuat aku terpojokkan Aku terlunta-lunta memandang era saat ini Kenyamanan manusia di modernisasi dengan suguhan yang membuat manusia lupa untuk segera mungkin beranjak pergi Kopi yang di suguhkan begitu nyaman untuk diseduh hingga kita tak tahu lagi nikmatnya kopi yang di suguhkan oleh ibu Filosofi kopi seakan lebih mudah kita paparkan ketika berada ditempat kapitalis ini Tetapi coffe yang disuguhkan tak seanarkis coffe yang disuguhkan oleh kawan-kawan seperjuangan Coffe yang disuguhkan kaum kapitalis mungkin nikmat dan nyaman dilidah tetapi akal justru merasakan kesepian dan ketakutan Suara tawa yang terbahak-bahak terdengar jelas ditelinga Tawa itu seakan-akan mengejek para kaum cendikiawan yang sok anti kapitalis. Tetapi mereka pula y...

Berisik, Aku Hanya Ingin Sunyi

 Katamu dunia ini berisik, tak ada ketenangan yang pasti. Dengan ekspresi datar, matamu menatap kearah langit dengan penuh kekosongan. Bola matamu yang hitam pekat itu kau seakan ingin bercerita banyak hal. Dengan suara serakmu kau melantunkan syair-syair puisi yang mencoba merayu alam semesta yang sedang marah. Sesaat semuanya kembali diam, kulihat dirimu tak lagi bersenandung dengan syair-syair puisimu yang tak bisa aku pahami maknanya. Nafasmu terdengar tergesa-gesa, sepertinya hari ini kamu berlari cukup kencang. Suara detak jantungmu terdengar tak beraturan, apakah hari ini ada hal yang membuatmu ketakutan. Kau hanya menatapku dengan tatapan penuh dengan kekosongan. Tak lama kemudian kau membisikku, pelan namun aku masih mendengarnya dengan jelas. “ Ku pikir hanya hewan-hewan dihutan yang berisik ternyata manusia juga berisik tapi cara mereka beda. Hewan dihutan berisik karena ia ingin memberitahu kepada kita bahwa alam adalah milik mereka. Sedangkan manusia berisik karena ...

Kuliah Untuk Nilai

  Perebutan angka-angka diselembaran kertas yang bertuliskan " IJAZAH " menjadi problem yang tidak banyak diantara pemikir untuk menganggap hal tersebut menjadi masalah serius. Pengetahuan tidak diukur lagi dari respect ruang-ruang diskusi. Pengetahuan tidak menjadi persoalan utama di ranah pendidikan saat ini. Mendapatkan nilai yang tinggi mereka (mahasiswa) berduyun-duyun melakukan berbagai hal untuk bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Tentunya mereka hanya melakukan hal-hal yang wajib dan pantas untuk mereka lakukan agar mendapatkan nilai yang tinggi. Jika mendapatkan nilai tinggi sesuai persyaratan akademik mereka merasa puas tetapi ketika ilmu pengetahuan dangkal mereka tidak bertindak apa-apa. Padahal toh,ilmu pengetahuan menandakan bahwa kita seorang pemikir, sedangkan ijazah hanya legalitas bahwa kta pernah menempuh pendidikan formal.  Kita telah mengetahui bersama, betapa buruknya sistem pendidikan kita hari ini. Pengembangan dan pengeaktualisasian pengetahuan tid...