(Sumber foto : AlZ al-Hilal)
Jika Langkah Kaki Telah Dipijakkan Di Atas Tanah Maka,
Sengenggam Harapan Telah Ditancapkan Diatas Langit.
Bila Tangismu Tak Lagi Kau Pedulikan Tanpa Ada Pertimbangan
Maka Hati Tak Gentar Untuk Terus Melangkah Maju.
Jika Takut Telah Menjelma Menjadi Keberanian Maka,
Tawar Menawar Bukan Lagi Hambatan Untuk Jiwa Nan Ragamu.
Bila Jiwamu Telah Menggelora Layaknya Percikan Api Maka,
Raga Takkan Takut Terurai Dengan Sabitan Kepalsuan Dunia.
Teruslah Melangkah Kearah Depan Tanpa Melihat Siapa Dibelakangmu
Namun Lihatlah Diatas Langit Ada Secercah Harapan Yang Kau Tancapkan.
Kebisingan Yang Terdengar Di Telinga Bukanlah Alasan Untuk Mundur Tetapi,
Kebisingan Itulah Yang Nantinya Menjadi Tawa Nan Tangis Yang Membuatmu Tersenyum.
Bila Rindu Akan Menjadi Alasan Terbesarmu Untuk Balik Maka Kuburlah
Rindumu Itu Walaupun Menyiksan Batinmu Yang Mulai Melemahkanmu.
Dalam Dirimu Dan Diluar Dirimu Ada Dua Kemungkinan Yang Akan Tetap
Menuntunmu Mencapai Cita-Citamu Yaitu Di Percaya Dan Memercayai.
Teruslah Melangkah Dan Melangkah,Jangan Kau Gentar Walaupun
Suara Ayah Dan Ibu Selalu Memanggilmu Dialam Sadarmu.
Simpanlah Tangismu,Tersenyumlah Agar Tak Ada Cemas Dari Ibu Dan Ayah.
Gapailah Cita-Citamu Di Tanah Perantauanmu Dengan Sempurna.

Komentar
Posting Komentar