Merajuk rindu dengan berbagai keluh kesah
Menanti cinta yang diterjang ombak
Berharap temu jadi penawar namun
Tak seperti apa yang di harapkan
Menanti mu menjadi siksaan bagiku
Mengharapkan mu tuk memeluk tubuh ku yang menggigil
Terasa ironisnya diriku ini yang banyak harap kepadamu
Terombang-ambingkan dibuat oleh dirimu
Aku tak berani lagi menyebutmu sebagai cinta
Apalagi menyebutmu sebagai kekasih
Terlalu penat aku menanti cinta yang kau janjikan padaku
Namun kenyataannya tak ada cinta yang jelas kau beri padaku
Suara-suara merdu dari rimbun hutan seakan memanggilku
Tuk berpikir lebih jauh lagi tentang tak berharap kepada mu
Biarlah cinta dalam diriku berangsur-angsur menghilang nan menjadi beku dalam ingatan.
Kerinduan dengan waktu yang pernah terlalui bersamamu
Biarlah hanya menjadi kisah-kisah kelam dalam jatuh cinta
Akan menjadi alasan besar tuk melangkah pergi bahwa tak ada cinta yang mesti di rawat penuh kasih
Hujan menerpa wajahku sesaat aku menatap mendunnya langit
Air hujan nan air mata dua hal yang tak dapat dibedakan diatas pipiku
Mengalir deras hingga tak terbendung lagi,tawa tak dapat lagi di perlihatkan dari wajah yang murung
Untuk senggengam pengharapan nan penantian ku titip pada alam semesta biarlah ia menyampaikan apa yang tak sempat ku sampaikan kepada sang pujaan.
Biarkanlah gemuruh langit menjadi perantara untuk hati yang meronta dan bergejolak.
~Zheiidd, Pappandangan,08-November-2022

Komentar
Posting Komentar