Langsung ke konten utama

Tak Kusebut Lagi Engkau Kekasihku

 


Merajuk rindu dengan berbagai keluh kesah

Menanti cinta yang diterjang ombak

Berharap temu jadi penawar namun 

Tak seperti apa yang di harapkan


Menanti mu menjadi siksaan bagiku

Mengharapkan mu tuk memeluk tubuh ku yang menggigil

Terasa ironisnya diriku ini yang banyak harap kepadamu

Terombang-ambingkan dibuat oleh dirimu


Aku tak berani lagi menyebutmu sebagai cinta

Apalagi menyebutmu sebagai kekasih

Terlalu penat aku menanti cinta yang kau janjikan padaku

Namun kenyataannya tak ada cinta yang jelas kau beri padaku


Suara-suara merdu dari rimbun hutan seakan memanggilku

Tuk berpikir lebih jauh lagi tentang tak berharap kepada mu

Biarlah cinta dalam diriku berangsur-angsur menghilang nan menjadi beku dalam ingatan.


Kerinduan dengan waktu yang pernah terlalui bersamamu 

Biarlah hanya menjadi kisah-kisah kelam dalam jatuh cinta

Akan menjadi alasan besar tuk melangkah pergi bahwa tak ada cinta yang mesti di rawat penuh kasih


Hujan menerpa wajahku sesaat aku menatap mendunnya langit

Air hujan nan air mata dua hal yang tak dapat dibedakan diatas pipiku

Mengalir deras hingga tak terbendung lagi,tawa tak dapat lagi di perlihatkan dari wajah yang murung


Untuk senggengam pengharapan nan penantian ku titip pada alam semesta biarlah ia menyampaikan apa yang tak sempat ku sampaikan kepada sang pujaan.

Biarkanlah gemuruh langit menjadi perantara untuk hati yang meronta dan bergejolak.


~Zheiidd, Pappandangan,08-November-2022


Komentar