Langsung ke konten utama

Apakah Kampus menciptakan ruang aman bagi Mahasiswa Baru (MABA)

 


Kampus secara tidak langsung adalah ruang baru untuk Mahasiswa Baru (MABA) yang notabenenya belum mengetahui secara keseluruhan tentang dunia perkampusan. Mahasiswa baru yang tak tahu tentang tradisi yang terbangun dalam dunia kemahasiswaan akan merasa asing dengan apa yang nantinya mereka dapatkan, misalkan proses kaderisasi himpunan. 


Mahasiswa baru(MABA) yang baru selesai mengikuti proses PPKMB sebagai prasyarat untuk legalitas sebagai mahasiswa di perguruan tinggi.  Setelah secara resmi diterima di perguruan tinggi maka mahasiswa baru akan berduyun-duyun masuk himpunan internal: BEM,HMJ,dan UKM.  Namun kegiatan PPKMB dan kaderisasi himpunan memiliki perbendaan didalamnya. Proses kaderisasi di himpunan akan di kendalikan sepenuhnya oleh senior dan atau kakak angkatan. Hal tersebut bukanlah hal yang lazim di telinga kita sebab sistem senioritas telah menjadi budaya dalam dunia mahasiswa. Kendati demikian senioritas justru menjadi malapetaka bagi mahasiswa baru. 


Dengan adanya sistem senioritas mahasiswa baru akan merasa takut apabila himpunan jurusan melakukan kaderisasi. Dan kaderisasi himpunan diwajibkan untuk semua mahasiswa baru di fakultas masing-masing.  Hal yang ditakuti mahasiswa baru adalah kekerasan pada saat kaderisasi. Kekerasan fisik terhadap mahasiswa baru sangatlah urgen terjadi. Maka akan sulit terciptanya ruang aman bagi mahasiswa baru ketika mengikuti kegiatan kaderisasi. Bahkan adapun senior dalam himpunan kerap melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap mahasiswa baru. Kita tidak tau,tujuan utama hal tersebut dilakukan namun sanggahan senior kerap mengatakan sebagai bagian dari “ Pembentukan mental mahasiswa baru ”.  Sehingga peranan kampus dalam menciptakan ruang aman bagi Mahasiswa Baru belum terealisasikan secara sepenuhnya. 

“Pemuda adalah pikiran yang bertindak ”


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Tradisional Kamu Modern

  Keindahan malam terpampang indah di hadapan kita Tempat yang kita singgahi ini terhias begitu indah Cahaya terang lampu hias membuat mata berkaca-kaca Keluh kesah memandang kiri kanan tentang keadaan yang kita temui malam ini Keresahan semakin membuat aku terpojokkan Aku terlunta-lunta memandang era saat ini Kenyamanan manusia di modernisasi dengan suguhan yang membuat manusia lupa untuk segera mungkin beranjak pergi Kopi yang di suguhkan begitu nyaman untuk diseduh hingga kita tak tahu lagi nikmatnya kopi yang di suguhkan oleh ibu Filosofi kopi seakan lebih mudah kita paparkan ketika berada ditempat kapitalis ini Tetapi coffe yang disuguhkan tak seanarkis coffe yang disuguhkan oleh kawan-kawan seperjuangan Coffe yang disuguhkan kaum kapitalis mungkin nikmat dan nyaman dilidah tetapi akal justru merasakan kesepian dan ketakutan Suara tawa yang terbahak-bahak terdengar jelas ditelinga Tawa itu seakan-akan mengejek para kaum cendikiawan yang sok anti kapitalis. Tetapi mereka pula y...

Berisik, Aku Hanya Ingin Sunyi

 Katamu dunia ini berisik, tak ada ketenangan yang pasti. Dengan ekspresi datar, matamu menatap kearah langit dengan penuh kekosongan. Bola matamu yang hitam pekat itu kau seakan ingin bercerita banyak hal. Dengan suara serakmu kau melantunkan syair-syair puisi yang mencoba merayu alam semesta yang sedang marah. Sesaat semuanya kembali diam, kulihat dirimu tak lagi bersenandung dengan syair-syair puisimu yang tak bisa aku pahami maknanya. Nafasmu terdengar tergesa-gesa, sepertinya hari ini kamu berlari cukup kencang. Suara detak jantungmu terdengar tak beraturan, apakah hari ini ada hal yang membuatmu ketakutan. Kau hanya menatapku dengan tatapan penuh dengan kekosongan. Tak lama kemudian kau membisikku, pelan namun aku masih mendengarnya dengan jelas. “ Ku pikir hanya hewan-hewan dihutan yang berisik ternyata manusia juga berisik tapi cara mereka beda. Hewan dihutan berisik karena ia ingin memberitahu kepada kita bahwa alam adalah milik mereka. Sedangkan manusia berisik karena ...

Kuliah Untuk Nilai

  Perebutan angka-angka diselembaran kertas yang bertuliskan " IJAZAH " menjadi problem yang tidak banyak diantara pemikir untuk menganggap hal tersebut menjadi masalah serius. Pengetahuan tidak diukur lagi dari respect ruang-ruang diskusi. Pengetahuan tidak menjadi persoalan utama di ranah pendidikan saat ini. Mendapatkan nilai yang tinggi mereka (mahasiswa) berduyun-duyun melakukan berbagai hal untuk bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Tentunya mereka hanya melakukan hal-hal yang wajib dan pantas untuk mereka lakukan agar mendapatkan nilai yang tinggi. Jika mendapatkan nilai tinggi sesuai persyaratan akademik mereka merasa puas tetapi ketika ilmu pengetahuan dangkal mereka tidak bertindak apa-apa. Padahal toh,ilmu pengetahuan menandakan bahwa kita seorang pemikir, sedangkan ijazah hanya legalitas bahwa kta pernah menempuh pendidikan formal.  Kita telah mengetahui bersama, betapa buruknya sistem pendidikan kita hari ini. Pengembangan dan pengeaktualisasian pengetahuan tid...