Katamu dunia ini berisik, tak ada ketenangan yang pasti. Dengan ekspresi datar, matamu menatap kearah langit dengan penuh kekosongan. Bola matamu yang hitam pekat itu kau seakan ingin bercerita banyak hal. Dengan suara serakmu kau melantunkan syair-syair puisi yang mencoba merayu alam semesta yang sedang marah. Sesaat semuanya kembali diam, kulihat dirimu tak lagi bersenandung dengan syair-syair puisimu yang tak bisa aku pahami maknanya. Nafasmu terdengar tergesa-gesa, sepertinya hari ini kamu berlari cukup kencang. Suara detak jantungmu terdengar tak beraturan, apakah hari ini ada hal yang membuatmu ketakutan. Kau hanya menatapku dengan tatapan penuh dengan kekosongan. Tak lama kemudian kau membisikku, pelan namun aku masih mendengarnya dengan jelas. “ Ku pikir hanya hewan-hewan dihutan yang berisik ternyata manusia juga berisik tapi cara mereka beda. Hewan dihutan berisik karena ia ingin memberitahu kepada kita bahwa alam adalah milik mereka. Sedangkan manusia berisik karena ...
Kampus secara tidak langsung adalah ruang baru untuk Mahasiswa Baru (MABA) yang notabenenya belum mengetahui secara keseluruhan tentang dunia perkampusan. Mahasiswa baru yang tak tahu tentang tradisi yang terbangun dalam dunia kemahasiswaan akan merasa asing dengan apa yang nantinya mereka dapatkan, misalkan proses kaderisasi himpunan. Mahasiswa baru(MABA) yang baru selesai mengikuti proses PPKMB sebagai prasyarat untuk legalitas sebagai mahasiswa di perguruan tinggi. Setelah secara resmi diterima di perguruan tinggi maka mahasiswa baru akan berduyun-duyun masuk himpunan internal: BEM,HMJ,dan UKM. Namun kegiatan PPKMB dan kaderisasi himpunan memiliki perbendaan didalamnya. Proses kaderisasi di himpunan akan di kendalikan sepenuhnya oleh senior dan atau kakak angkatan. Hal tersebut bukanlah hal yang lazim di telinga kita sebab sistem senioritas telah menjadi budaya dalam dunia mahasiswa. Kendati demikian senioritas justru menjadi malapetaka bagi mahasiswa baru....