Langsung ke konten utama

Postingan

Berisik, Aku Hanya Ingin Sunyi

 Katamu dunia ini berisik, tak ada ketenangan yang pasti. Dengan ekspresi datar, matamu menatap kearah langit dengan penuh kekosongan. Bola matamu yang hitam pekat itu kau seakan ingin bercerita banyak hal. Dengan suara serakmu kau melantunkan syair-syair puisi yang mencoba merayu alam semesta yang sedang marah. Sesaat semuanya kembali diam, kulihat dirimu tak lagi bersenandung dengan syair-syair puisimu yang tak bisa aku pahami maknanya. Nafasmu terdengar tergesa-gesa, sepertinya hari ini kamu berlari cukup kencang. Suara detak jantungmu terdengar tak beraturan, apakah hari ini ada hal yang membuatmu ketakutan. Kau hanya menatapku dengan tatapan penuh dengan kekosongan. Tak lama kemudian kau membisikku, pelan namun aku masih mendengarnya dengan jelas. “ Ku pikir hanya hewan-hewan dihutan yang berisik ternyata manusia juga berisik tapi cara mereka beda. Hewan dihutan berisik karena ia ingin memberitahu kepada kita bahwa alam adalah milik mereka. Sedangkan manusia berisik karena ...

Apakah Kampus menciptakan ruang aman bagi Mahasiswa Baru (MABA)

  Kampus secara tidak langsung adalah ruang baru untuk Mahasiswa Baru (MABA) yang notabenenya belum mengetahui secara keseluruhan tentang dunia perkampusan. Mahasiswa baru yang tak tahu tentang tradisi yang terbangun dalam dunia kemahasiswaan akan merasa asing dengan apa yang nantinya mereka dapatkan, misalkan proses kaderisasi himpunan.  Mahasiswa baru(MABA) yang baru selesai mengikuti proses PPKMB sebagai prasyarat untuk legalitas sebagai mahasiswa di perguruan tinggi.  Setelah secara resmi diterima di perguruan tinggi maka mahasiswa baru akan berduyun-duyun masuk himpunan internal: BEM,HMJ,dan UKM.  Namun kegiatan PPKMB dan kaderisasi himpunan memiliki perbendaan didalamnya. Proses kaderisasi di himpunan akan di kendalikan sepenuhnya oleh senior dan atau kakak angkatan. Hal tersebut bukanlah hal yang lazim di telinga kita sebab sistem senioritas telah menjadi budaya dalam dunia mahasiswa. Kendati demikian senioritas justru menjadi malapetaka bagi mahasiswa baru....

Jeritan Anak Miskin

  Huru-hara tercuat dihamparan Polusi udara yang merusak organ tubuh Sepeda motor roda dua berlalu-lalang Berjaket hijau hitam dengan tulisan gojek Gedung-gedung tinggi menjulang Terlihat megah dan mewah Dan dilain tempat perumahan Warga yang kumuh dan miskin Matilah kau si miskin Binasalah kau Melaratlah kau Matilah anak dan istrimu Bahagialah kau si kaya Berpoya-poyalah sepuasmu Sebelum bangunan megah itu Meninpamu dan matilah kau!! Huru-hara tak ingin jua berhenti Suara bisik kota tak jua ingin redah Suara jeritan dari mulut si miskin Membuat si kaya marah Dengan mudahnya si kaya Menghujat si miskin Mencaci maki Menghina Mencela Hingga si mulut si kaya berbusa  Tengah-tengah kemegahan kota Ketimpangan sosial mengembara Di kehidupan yang penuh dengan: Penderitaan Kemiskinan Kemeralatan Pengangguran Penggusuran Pengeksploitasian Kematian kaum buruh

Tuhan Merayuku

  Banyak diantara keindahan yang layak untuk di abadikan agar tak menjadi sesal di hari esok. Diantara keindahan yang ada,jika tak memilih untuk menikmati jeda maka keindahanpun akan berlalu dan tak meninggalkan jejak apapun. Pada setiap kesempatan dalam penciptaannya,tuhan selalu menghadirkan keindahan diantara penderitaan yang dialami oleh manusia. Tetapi entah mengapa, manusia kerap lupa diri tentang bagaimana tuhan menghiburnya. Lalu ironisnya manusia kerapkali mengkritik tuhan,entah perihal apa yang telah diperbuat oleh tuhan pada manusia. Sedangkan dalam kesempatan kali ini, ditempat yang paling jauh diantara persinggahan yang pernah menjadi teduh,tuhan kembali untuk menghibur manusia dengan keindahan fatamorgananya. Jadi, kurang apalagi tuhan pada hambanya? Jika manusia tak merasa bahagia dengan suguhan tuhan, lantaskah aku  berkata bahwa ” Manusia seakan tak pernah belajar untuk bersyukur ” @Majene, Sabtu 19 Agustus 2023

Uang Adalah Dewa Untuk Manusia

  Kejahatan sering terjadi di antara manusia karena mereka hanya peduli dengan kebutuhan dirinya sendiri (Individualisme). Perebutan kekuasaan menjadi tendensi untuk menghadirkan gejolak dalam masyarakat. Dengan kerakusan kekuasaan inilah yang pada esensinya menghadirkan konflik internal dan eksternal diantara sesama manusia. Rakyat pekerja konflik dengan keluarga karena persoalan isi dari internal(Kebutuhan ekonomi) sedangkan Borjuis konflik eksternal karena terjadinya persaingan produksi yang tinggi. Kedua kelompok dalam masyarakat (Proletariat dan Borjuis) akan mengalami fase transisi karena inilah yang dikatakan oleh Karl Marx "Manusia mengalienasi dirinya sendiri" hal itu timbul karena manusia menghamba kepada uang. Hadirnya uang atau awal-awal adanya uang(logam,perak) hanya sebuah mekanisme dalam masyarakat untuk meluruskan aturan sistem barter dalam terkhususnya dalam pasar. Kendati demikian seiring berjalannya waktu uang tidak hanya dinilai sebagai alat tukar melainka...

Berembuk Untuk Rakyat

 Suara derek liar mengusik telinga Kata mereka suara itu sangat liar Menusuk hati setiap pendengar Mengaung layaknya singa di hutan belantara. Merenggut ketenangan di bangku mewah Mengusik tidur dikala rapat paripurna Menerkam tanpa henti Membabi-buta ditengah gelapan intuisi. Kata-kata hujatan terus melayang Menikam perut buncit penguasa Tanpa henti,tak mengenal lelah Kata demi kata terus terurai diantara kepulan asap. Para penguasa menampakkan wajah sinisnya Tak ubahnya ia bak singa kelaparan Satu demi satu berlarian menghindar Tak ingin menyapa massa aksi. Terdengar suara riuh diantara jeritan Bak bayi yang kehabisan susu Ibu tak jua menyusui bayi kelaparan Massa aksi tak henti-hentinya berseru. Mengutuk mereka yang pragmatis Dengan suara lantang massa aksi berseru Seraya berucap dengan militansinya “ Mereka buta melihat penderitaan rakyat Suara rakyat dijual demi politik pallacy”. Benteng penguasa menjadi tembok Bak hamba yang patuh pada tuan Dengan gagah gempita massa aksi di ...

Kuliah Untuk Nilai

  Perebutan angka-angka diselembaran kertas yang bertuliskan " IJAZAH " menjadi problem yang tidak banyak diantara pemikir untuk menganggap hal tersebut menjadi masalah serius. Pengetahuan tidak diukur lagi dari respect ruang-ruang diskusi. Pengetahuan tidak menjadi persoalan utama di ranah pendidikan saat ini. Mendapatkan nilai yang tinggi mereka (mahasiswa) berduyun-duyun melakukan berbagai hal untuk bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Tentunya mereka hanya melakukan hal-hal yang wajib dan pantas untuk mereka lakukan agar mendapatkan nilai yang tinggi. Jika mendapatkan nilai tinggi sesuai persyaratan akademik mereka merasa puas tetapi ketika ilmu pengetahuan dangkal mereka tidak bertindak apa-apa. Padahal toh,ilmu pengetahuan menandakan bahwa kita seorang pemikir, sedangkan ijazah hanya legalitas bahwa kta pernah menempuh pendidikan formal.  Kita telah mengetahui bersama, betapa buruknya sistem pendidikan kita hari ini. Pengembangan dan pengeaktualisasian pengetahuan tid...

Zaman Telah Berubah

  Bangunlah dari tidurmu!! Kau mesti menyaksikan fenomena langka ini Kau pun mesti menyadari Ada kejanggalan di dunia ini Kau tau hal apa itu? Zaman telah berubah Zaman ini disebut zaman modern Kau tak menyadarinya? Hari ini kau mesti menyadarinya Zaman ini kebanyakan dinilai  oleh orang zaman transisi Orang tak lagi menyebutnya zaman primitif Tetapi zaman modern serba teknologi Semuanya tersedia, segala informasi mudah ditemukan Bangunlah dari tidurmu!! Mesti kau saksikan petani kita sudah maju Mereka tak membajak sawah menggunakan kerbau Tetapi menggunakan traktor yang ciptakan oleh zaman ini Orang tak lagi menggunakan surat kabar sebagai media informasi Tetapi google sudah tersedia sebagai media informasi Kau tau ini zaman modern orang tak lagi terlihat kuno Orang berlomba-lomba menjadi manusia modern Kekejaman kapitalis berada di depan mata Kita tak kuat lagi membendungnya Pengaruhnya di negara berkembang mengalahkan pengaruh agama Orang-orang tak lagi berduyun-duyun menja...

Bulan Madu Politik

Lihatlah didepan sana terpampang begitu indah Wajah-wajah yang tak ternodai jerawat Wajahnya putih bersih dan mulus bagaikan wanita China Tebar pesona adalah senjata mereka Dibawah gambar mereka tertera titel sebagai pemanis Mereka tak lupa menuliskan hashtag di pojok kiri atau pun kanan mereka Dengan kata-kata yang progresif dan bersinergi " Bersama rakyat untuk kesejahteraan rakyat" Hahahaha Sangat manis kalimat itu namun sayang banyak noda kebusukan Mereka juga pandai bermain akrobatik bagaikan pemain sirkus Mereka juga pandai menipu hanya dengan modal retorika Lihatlah mereka ada dimana-mana Spanduk besar di cetak dengan senyuman khas mereka Di pajang dimana-mana terutama di pinggir jalan Mereka terus saja menebar pesona, memanggil orang banyak Dengan seruan cukup memukau,mari saling merangkul untuk Indonesia sejahtera Hahaha, Terbahak-bahak pula aku melihat poster itu Orang-orang berlomba-lomba menebar pesona Tahun paling dinanti semakin dekat Kesakralan telah akan kalah...

Aktivis Komunitas Mahasiswa Kritis angkat bicara mengenai kunjungan PJ Gubernur Sulawesi Barat di Polman

Kehadiran Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. sebagai Pejabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) yang resmi dilantik beberapa waktu lalu tentunya diharapkan dapat membawa banyak perubahan dalam segala sektor di Sulawesi Barat. Issue-issue kerakyatan yang sampai sejauh ini yang terdapat di Sulawesi Barat terkhususnya di polman mesti menjadi prioritas utama pj gubernur Sulawesi Barat. Merealisasikan kinerja pj sebelumnya yaitu Akmal Malik yang dinilai sampai sejauh ini belum berjalan kondusif.  Kehadiran Pj gubernur Sulbar Prof.Dr. Zudan Arif Fakrulloh S.H.,M.H datang berkunjung di Polewali Mandar. Irfan Aktivis Komunitas Mahasiswa Kritis Polman Basis Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Polman angkat bicara tentang kunjungan pj gubernur Sulbar di Polewali Mandar dengan agenda pertemuan dengan beberapa jajaran pemerintah daerah yang dilaksanakan di Kantor Bupati Polewali Mandar. Melalui telpon WhatsApp Irfan mengatakan “ Tentunya kunjungan ini bukan hanya sekedar meliha...

Aku Tradisional Kamu Modern

  Keindahan malam terpampang indah di hadapan kita Tempat yang kita singgahi ini terhias begitu indah Cahaya terang lampu hias membuat mata berkaca-kaca Keluh kesah memandang kiri kanan tentang keadaan yang kita temui malam ini Keresahan semakin membuat aku terpojokkan Aku terlunta-lunta memandang era saat ini Kenyamanan manusia di modernisasi dengan suguhan yang membuat manusia lupa untuk segera mungkin beranjak pergi Kopi yang di suguhkan begitu nyaman untuk diseduh hingga kita tak tahu lagi nikmatnya kopi yang di suguhkan oleh ibu Filosofi kopi seakan lebih mudah kita paparkan ketika berada ditempat kapitalis ini Tetapi coffe yang disuguhkan tak seanarkis coffe yang disuguhkan oleh kawan-kawan seperjuangan Coffe yang disuguhkan kaum kapitalis mungkin nikmat dan nyaman dilidah tetapi akal justru merasakan kesepian dan ketakutan Suara tawa yang terbahak-bahak terdengar jelas ditelinga Tawa itu seakan-akan mengejek para kaum cendikiawan yang sok anti kapitalis. Tetapi mereka pula y...

Kelompok Studi Mahasiswa Polman lahir untuk mewarnai kehidupan Bermahasiswa di Polewali Mandar

  Kelompok Studi Mahasiswa Polman melakukan kegiatan pertamanya di Kampus Unasman, Kegiatan Diskusi dan Sharing Session dengan Tema " Mahasiswa Tanpa Buku? ". ( Rabu/06/23) Berangkat dari sebuah keresahan melihat kehidupan bermahasiswa di Polewali Mandar hanya sebatas administratif saja maka lahirlah sebuah kelompok Studi ini.  Dalam pertemuan pertama di kampus UNASMAN telah di selenggarakan diskusi sebagai kegiatan pembuka. Adapun temanya yaitu "mahasiswa tanpa buku" dengan pemateri Oleh Pak Hamdan (Ketua jurusan Ilmu komunikasi Fisip UNASMAN).  Salah satu penggagas Kelompok Studi ini mengatakan bahwa banyaknya mahasiswa yang enggan untuk bersentuhan dengan buku, maka kami dari berbagai kampus di Polman berinisiatif membentuk Kelompok Studi Mahasiswa Polman. "Kegiatan ini buat karena atas dasar kekhawatiran segelintir mahasiswa yang melihat kondisi mahasiswa hari ini. Kondisi mahasiswa yang semakin memprihatinkan terutama keintelektualitasan mahasiswa. Mahasis...

Dibawah Bayang-bayang Urbanisasi

 Engkau akan terpanah dengan keromantisan alam Jiwamu akan terbebas dari kebelengguan Pernafasan mu takkan sesak sebagaimana yang sering kau katakan Kau akan menghirup udara segar yang disuguhkan oleh alam Polusi udara yang kau benci,takkan kau dapatkan disini Udara yang disuguhkan disini tak akan menghadirkan asma Kau akan menyaksikan burung bertangkar di singgasana Kau takkan meninggalkan sedetikpun menyaksikan kedamaian alam Suara bising kendaraan takkan mengusik mu disini Air bersih langsung dari alam akan menyegarkan dahagamu Kau tak perlu cemas tentang kehegenisan air di pelosok perkampungan Setiap pagi kau akan menyaksikan wanita desa membilas pakaian mereka di danau Tetapi mesti kau ingat!! Alam ini diciptakan bukan untuk kau lukai Alam ini tak merestui kejahatan mu yang seringkali kau lakukan Tuhan menciptakan keindahan ini bukan untuk kau poles dengan bangunan mewah Pelosok tetaplah pelosok,ia mempunyai ciri khas tersendiri Kau tentu tau suku Baduy, mereka masih menjaga k...

Tak Kusebut Lagi Engkau Kekasihku

  Merajuk rindu dengan berbagai keluh kesah Menanti cinta yang diterjang ombak Berharap temu jadi penawar namun  Tak seperti apa yang di harapkan Menanti mu menjadi siksaan bagiku Mengharapkan mu tuk memeluk tubuh ku yang menggigil Terasa ironisnya diriku ini yang banyak harap kepadamu Terombang-ambingkan dibuat oleh dirimu Aku tak berani lagi menyebutmu sebagai cinta Apalagi menyebutmu sebagai kekasih Terlalu penat aku menanti cinta yang kau janjikan padaku Namun kenyataannya tak ada cinta yang jelas kau beri padaku Suara-suara merdu dari rimbun hutan seakan memanggilku Tuk berpikir lebih jauh lagi tentang tak berharap kepada mu Biarlah cinta dalam diriku berangsur-angsur menghilang nan menjadi beku dalam ingatan. Kerinduan dengan waktu yang pernah terlalui bersamamu  Biarlah hanya menjadi kisah-kisah kelam dalam jatuh cinta Akan menjadi alasan besar tuk melangkah pergi bahwa tak ada cinta yang mesti di rawat penuh kasih Hujan menerpa wajahku sesaat aku menatap mendunnya...

ALIANSI MAHASISWA BIMA-DOMPU MAKASSAR MENGGUGAT : BOIKOT REZIM OTORITER

Senin, 5 Juli 2023, Aliansi Mahasiswa Bima-Dompu Makassar-Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polisi Daerah (Polda) Sulawesi-Selatan, diketahui aksi unjuk rasa tersebut merupakan aksi solidaritas merespon adanya penangkapan terhadap 26 massa aksi yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Donggo-Soromandi (FPR-DS) di Kabupaten Bima pada 30 Mei kemarin. Dimana diketahui aksi yang dilakukan oleh FPR-DS tersebut menuntut perbaikan fasilitas jalan raya yang ada di Kecamatan Donggo dan Soromandi, alih-alih mendapatkan respon dari pemerintah terkait, malah massa aksi tersebut ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian, dan 15 orang dari mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan 11 orangnya dibebaskan. Menurut Haryanto selaku Jenderal Lapangan (Jenlap) : Tentunya Pemerintah Daerah, Pihak kepolisian Kabupaten Bima mengetahui bahwa sejumlah besar infranstruktur jalan raya yang ada di Kecamatan Donggo dan Soromandi mengalami kerusakan parah selama lebih dari 7 Tah...

Cantik Ala-ala Kapitalis

  Masa silam telah berlalu,peradaban manusia telah sampai pada puncaknya. Manusia pada kehidupan komunal primitif manusia hidup dengan nomaden. Kehidupan manusia pada masa tersebut terbilang sangat tradisional. Corak produksi mereka pun masih menggunakan alat produksi tradisional semisalnya kapak batu,tombak,panah dan lain-lainnya. Kultur masyarakat komunal primitif berbeda jauh dengan masyarakat modern. Kultur yang sangat kental pada abad tersebut ia belum terdapat adanya kelompok didalamnya yang mendominasi. Sehingga corak masyarakat terbilang sangat harmonis, hidup bersama-sama tanpa ada persaingan kelas. Pada fase komunal primitif hubungan produksi manusia dilakukan bersama-sama. Dalam konteks untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka berburu yang dilakukan kaum pria sedangkan hasil buruhan dikelola oleh perempuan.  Apakah wanita pada fase tersebut berlomba-lomba untuk cantik?. Jawabannya tidak. Sebab wanita suku melakukan pekerjaan selayaknya laki-laki. Mereka pula yang keb...

MAMANDAR

                 (Sumber foto: BBC NASIONAL)   Karya: Akmal Sejarah mandar dititahkan Dari paham-paham silam Diukir dari upacara sakral dengan kekuatan mantra Kawalan para Sokkoq agar arti tidak meninggalkan sureqnya Agar tanah tidak lagi bersimbah sengketa Deretan bait-bait lontara membingkai sejarah Tertenun dalam sabda para raja-raja Ketika setitik air dari tebing tinggi Ulunna Salu Hingga menetes dan lepas dimuara Babana Binaga Terwujud pada Assamalewuang kemudian terpatri di Allamungan batu  Kisah-kisah terdahulu dikisahkan Pada tanah di bumi mandar adalah hunian marendeng Dengan do’a diantarlah mandar menembus zaman Pakem-pakem menjadi pilarnya Sebijaksana gunung sewibawa laut Jika sejarah silam telah mengisahkan Jika sabda telah menenungnya Jika lontara telah membingkainya Jika pattidioloang telah meng-agung-kannya Haruskah adat tersingkirkan bahkan menghilang Saat giliran kaki yang berpijak dibumi Mandar

Seandainya Aku Mahasiswa

  Perenungan menjadi senjata untuk aku yang bernasib malang Dibawah pohon Cemara tubuh dibentangkan sembari menatap Langit dengan raut wajah yang sedih Aku kerap berbisik kepada alam semesta, Berbagai tuntutan aku lontarkan untuk sang pemilik alam semesta ini. Kata-kata cacian terus menimpali diriku Berbagai hukuman terus aku lakukan Mengutuk diri agar tak menyesali hidup Membenci tentunya aku benci Bung,bisikku kepada alam Siapa pula yang betah dengan cekaman hukum sosial Siapa pula diantara kita yang betah menempuh jalan sunyi yang sedang aku tempuh saat ini. Apakah kau tak merasa sesak? Apakah kau tak merasa muak? Apakah kau ingin hidup dengan genangan air mata di pipi? Iya, kau benar tak ada yang menyukainya seperti halnya dengan diriku Nyanyian burung-burung yang tak bertuan,mana mungkin Sang burung tak mengejek si anak desa yang hanya tamatan sekolah sederajat (SD) Sepoi-sepoi angin hanya menyejukkan akal Bagi seorang yang ulung seperti diriku. Bukankah aku berhak menyandang ...

Revolusi Buruh

  Mereka seakan ingin menelusuri kembali catatan-catatan sejarah dan mengubah polarisasi sejarah tersebut. Mereka bertindak adikuasa yang mereka sebut sebagai hukum society. Oportunisme mereka benarkan, kekuasaan oportunis dianggap sesuatu yang menjadi relasi kediktatoranisme. Seakan mereka lupa catatan sejarah tentang manusia yang berada pada fase kegelapan dibawah kekuasaan patua gereja pada masa Romawi kuno. Tetapi mereka lupa kelahiran ilmu pengetahuan dan kesadaran manusia mendorong kelompok pro demokrasi bertindak dan mencetuskan beberapa pemberontakan Proletariat yang melahirkan revolusi buruh. Kendati demikian kekuasaan klas Proletariat tak bertahan lama sebab kerakusan akan kekuasaan menghancurkan kekuatan klas buruh.  Namun siapa sangka kejahatan klas penguasa akan melahirkan kembali pemberontakan rakyat (Proletariat) yang berskala besar. Yang nantinya akan meruntuhkan rezim oligarki dan menghancurkan kekuatan kapitalis yang hampir sebagian di muka bumi dikuasai oleh...

Sepucuk surat cinta untuk kekasih

 Karya: Zheiidd Sebelum kamu datang Aku ranting yang rapuh diterpa angin Semilir kencangnya menjatuhkanku Lalu hujan membawaku hanyut, Entah dimana aku kini Seakan tersesat dalam diriku sendiri Namun kamu menguatkanku Pada sajak indahmu Melukiskan kenyamanan Kamu menghangatkan kesepianku Memelukku dengan doamu Kamu sajak yang mempesona Kata pertamamu membuatku jatuh cinta Mengingatmu dalam lembut doa malam Aku tersipu malu Membayangkan lagi ada senyummu diingatanku Sebelum kamu disisiku Aku merasa terpenjara Namun aku terbebas dari hukumanku Terima kasih Meski tak bisa memilikimu dengan utuh Setidaknya aku pernah jatuh cinta padamu Dan tanpaku tau kapan aku harus patah lagi karna hal itu Namun kuyakini lagi hatiku Semua akan baik-baik saja.